Madiun ketemu, Kertosono mak jebus nang Mburiku

March 3, 2014 1 comment

Bismillah, Sambungan dari Mencoba Alternatif Lain, Semarang – Solo

Telah lebih dari satu jam kami ber3 diatas kereta Pasundan, dan akhirnya akan masuk stasiun madiun. Mendapat kabar dari temen ponorogo yg turun madiun, bahwa matarmaja reguler sedang terjadi kerusakan lokomotif sehingga perlu penggantian lokomotif. Dan benar ternyata informasinya setelah pasundan masuk jalur 1 Stasiun madiun, berjejer lah dengan matarmaja reguler di jalur 2. Hmmm zonk deh 😀

Dan kami ber3 pun memutuskan untuk pindah ke KA matarmaja reguler, kemudian KA pasundan berangkat duluan, setelah 5 menitan diberangkatkanlah matarmaja reguler dari jalur 2 stasiun madiun. Dan kita mendapatkan snack keterlambatan yg ke2 kalinya. Yg pertama ketika berada di lintas pekalongan-semarang di matarmaja tambahan.

Bercanda kesana kemari, kenapa kok gak melompat aja sejak bejejer di ujungnegoro ataupun di waleri semalam. Haha, yaaa perjalanan ini siapa yg tau. Dan dari awal kita ingin konsisten, kalo naik matarmaja tambahan ya naik matarmaja tambahan sampai tujuan. Karena faktor kesabaran kami ber3 sudah di ubun2, yaaa akhirnya kita naik deh matarmaja reguler di madiun. Setidaknya sdh hampir dekat dengan rumah 🙂

Jug jig jag jig jug kita masih dikereta 24 jam 😀 (“jadi nyanyian konyol deh,haha”) , matahari pun mulai tenggelam lagi. Sampai di caruban bertemu dengan KA malabar tujuan bandung, dan kemudian berhenti normal di Nganjuk sekitar pukul 18.00 pas azan magrib wilayah nganjuk dan sekitarnya, Disini menunggu di susul oleh KA Argo Wilis (“maklumlah kereta ekonomi, tambah ngaret”).

Kereta pun berangkat lagi, dan berhenti lagi deh di stasiun kertosono yg masuk di jalur 4. Padahal perjalanan normal seharusnya langsung di stasiun kertosono, akhirnya terjawab “ternyata akan isi BBM” untuk genset. Takutnya kehabisan solar mati deh semua lampu dan AC nya. 😀 , ketika di kertosono masuk di jalur 1 KA mutiara selatan tujuan bandung, Gajayan tujuan Gambir (“dalam hatiku, gajayana aja sdh sampe malang dan istirahat lama dan kembali lg ke jakarta, nah ini kereta saya sampe malang aja blm” 😀 ), setelah isi BBM beres kereta matarmaja reguler pun siap berangkat lg.

Akan tetapi apa yg terjadi, ada informasi bahwa matarmaja tambahan masuk di jalur 3. What……., hahaha, kita ber3 ketawa. (“Direwangi numpak bis, numpak taksi, nyambung pasundan lhaa kok mak jebus ketemu karo kowe maneh tooo matarmaja tambahan..”) haha. Ya nasib sdh, inilah pengalaman yg konyol. Akan tetapi akhirnya kami ber3 tetap di matarmaja reguler krn berangkat duluan dari stasiun kertosono, dan si matarmaja tambahan mungkin gantian ngisi BBM dl.

Dan sampailah di tujuan akhir saya yaitu stasiun Kota Blitar, sekitar pukul 21.00 dibarengi hujan yg sangat deras. Akupun turun bergegas dari stasiun blitar menerjang hujan dengan ojek menuju RS Mardi Waluyo, untuk ketemu keluargaku. dapat dipastikan perjalananku Jakata-Blitar adalah sekitar 28 Jam. hhmm mak nyuss tenan too. Rasa capek hilang dengan bertemu sang buah hati yg baru lahir tadi jam 16.10 an, tertanggal 25 Januari 2014. Subahnalloh wal hamdulillah

Smg menjadi Anak yg Sholeh. aamiin

Smg menjadi Anak yg Sholeh. aamiin

Kadang suatu keputusan dalam hidup tidaklah sia-sia, semua ada nilai dan hikmah. Tak perlu menyesali tetapi ambil hikmah dari sebalik semuanya itu. Alloh maha tahu, yang diberikan kepada hambanya adalah yang terbaik.

Ditulis di Jakarta, 03 Maret 2014
DNF

Advertisements

Mencoba Alternatif Lain, Semarang – Solo

February 24, 2014 2 comments

Bismillah, Lanjutan dari Banjir Semarang

Matahari pun sudah mulai terik, ketika waktu sdh menunjukkan sekitar pukul 10.30an dan sudah masuk tanggal 25 Januari 2014. Kegalauan menjadi-jadi ketika kita tanya langsung ke Kepala Stasiun Kaliwungu dan tidak bs memberi jawaban yg memuaskan. “kenapa harus ada susul-susulan kereta kalu sudah terlambat parah begini?”. Sebagian penumpang yg tujuan akhir semarang pun putus asa, dan memilih berpindah dengan naik bis, padahal hanya krg dari beberapa km saja tapi tak tau kapan sampainya. Hmmm Kami ber3 pun ikut2an galau, dan akhirnya ketambahan ibuk dan bapak tujuan madiun, akhirnya ber5 memutuskan untuk sambung menyambung naik bus menuju Solo.

Keputusan bulat yg terlambat sebenarnya, tp apalah daya lebih ada kepastian daripada menunggu kereta yg tak kunjung bergerak kedepan 😦 . Kami ber5 turun dr stasiun Kaliwungu dan jalan kaki dekat tuk nyari angkutan bis menuju terminal mangkang, dan dapatlah bus kecil. Sesampai di terminal mangkang dikasi tahu kenek bus bahwa ada parkir bus patas jurusan solo, Alhamdulillah akhirny kami ber5 naik tuh bus, namanya saya lupa, kalau gak salah “ISMO”. Tarif semarang-solo adalah 25rb. Berangkat sekitar 11.30 dari mangkang, berharap kami bs lebih cepat drpd menunggu kereta tadi yg blm jelas berangkatnya.

Perjalanan Bus agak kurang greget, patas tetapi menaikkan penumpang dimanapun, jadi terasa bkn bus patas lagi 😦 . Yasudahlah, ini perjalananku tak usah menggerutu, dan jalani dengan senyum dan keikhlasan. Dan sekitar jam 14.15 lebih, bus mulai masuk Solo, dan mendapat kabar dr whatsapp temen bahwa matarmaja reguler sdh lepas gundih dan menuju solo, wah gpp lah Ini merupakan keputusan telat pindah alternatif lain. Kami ber3 memutuskan untuk ke stasiun solojebress, dan bapak ibuk tujuan madiun memtuskan lanjut bus dan berharap kami ber3 bs naik matarmaja reguler di jebres, kemudian Naik taksi omprengan menuju stasiun jebress, dan sesampai jebress matarmaja sdh berangkat lagi menuju madiun, gak ketulungan deh 😦 .

Kena narsis poto mas SB

Kena narsis poto mas SB, di depan Stasiun SoloJebres

Krn ada info dr stasiun akan masuk jalur 1 KA Pasundan, maka kami ber3 beli lagi deh tiket dengan harga 55rb menuju nganjuk, yg rencana sambung bus menuju Tulungagung dan Blitar dengan Kawan Kita. KA Pasundan pun msk jebres dan berangkat lg sekitar pukul 15.25, kami berharap kalau memang rezeqi ya matarmaja reguler menunggu kita ber3 di madiun 🙂 .aamiin

Ada kabar tak terduga ketika perjalanan dengan KA Pasundan Solo-Nganjuk.

saya mendapat kabar dari keluarga bahwa istri saya sudah lahiran dengan normal sekitar pukul 16.10, Alhamdulillah ya Alloh.. begitu perjuangan saya menuju rumah Blitar ini. Dan tak cukup waktu untuk bisa mendampingi istri dalam proses lahiran, padahal kabar pas lagi di stasiun Kaliwungu masih buka-an 3. #Subhanalloh. padahal perkiraanku msh nanti malam dan aku msh sempat menemani

tak lepas dari itu akupun sedikit meneteskan air mata,sedih tak bs menemani dan terharu istriku berjuang melahirkan normal #Subhanalloh. Dan perjalanannya saya sudah hampir 24 menuju pukul 17.00 🙂

Bersambung ke post berikutnya.. Mak Jebus Nang Mburiku Matarmaja Tambahan

Jakarta, 24 Februari 2014
DNF

Banjir semarang, Kereta Pantura pun tumbang

February 11, 2014 1 comment

Bismillah..

Sejak kamis telah ada desas desus bahwa semarang terjadir banjir hujan deras dan Rob(banjir laut), mendapat info dari @KAI121 kereta jalur utara pun pada telat. Telat diatas rata2 yg gak karuan. Dan pada hari jumat pun datang ketika itu tanggal 24 Januari 2014, akupun sudah siap pulang dengan tiket Matarmaja tambahan berangkat dari Pasar senen pukul 17.12 yg tertetara di tiket.

Jumat sore itu aku pun pulang kantor tepat pukul 17.00 dengan naik ojek menuju stasiun pasar senen, krn kereta akan berangkat pukul 17.12, aku pukul 17.06 sdh sampailah di stasiun pasar senen. alhasil ada informasi kereta matarmaja tambahan masih di Semarang, “wuadduuhhhhh” mbambongg wessss. Dan akupun duduk manis bersama kedua orang temen yg senasib menuju Blitar dan Tulungagung inisial SB dan SH. Kemudian ada pengumuman sekitar 17.30 yg akan tersedia di jalur 1 adalah kereta api matarmaja reguler, yg padahal jadwal aslinya adalah berangkat 13.40. dan matarmaja reguler baru berangkat pukul 18.00. hmm gimana nasib saiyaaa 😦

Alhamdulillah akhirnya ada kabar bagus, bahwa matarmaja tambahan akan masuk dijalur 1 tujuan akhir malang, dan ternyata dengan rangkaian kereta pengganti, dan feelingku benar, Kode gerbong pada keretanya adalah SMC yg tak lain adalah milik kereta Tawang Jaya (Pasar Senen – Semarang Poncol PP). Terparkir di jalur 1 deh, kami bertiga pun beranjak naik, waktu itu saya di gerbong 5 dan 2 temen saya di gerbong belakang. Tak lama parkir kereta pun berangkat sekitar pukul 18.20. perjalanan pun lancar, dan sampai dicirebon bertemu dengan kereta matarmaja tambahan yg sebenarnya kereta itu adalah akan saya tumpangi,  matarmaja tambahan malang – pasar senen jadwal sampai di pasar senen pukul 12.00 tp blm nyampe jakarta, dan msh dicirebon pukul 21.00an, tinggal nambah 3 jam lg menuju jakarta. Wew 😀

Three mas Kenthir, Korban banjir semarang

“Three mas Kenthir” Korban banjir semarang

Berhenti lama cirebon isi BBM dl, kemudian di cirebon prujakan jg begitu berhenti lamaa… dan aku pun tertidur dan bangun2 sampai di pekalongan sekitar pukul 01.00 dinihari, fuh. Disusul sembrani, disusul argo anggrek hmmm manteb dahhh. Nah setelah pekalongan kereta banyak berhenti karena stasiun depan hingga semarang terjadi penumpukan banyak kereta :(, dan di ujung negoro berjejer berdampingan dengan matarmaja reguler sama2 ke malangnya, yg tadi berangkat dr senen cm selang 30 menitan saja. dan akupun bertemu mas SH yg bilang kalo mas SB bersama dia di satu gerbong, yg ternyata sebenarnya tiket dia di gerbong 8, kenyataannya gerbong hanya sampai 7 saja. wah wah parah parah 😀 . luntang lantung gabung di gerbong 6 deh katanya 😀 .

Matarmaja Tambahan berjejer dengan KA Harina

Matarmaja Tambahan berjejer dengan KA Harina

Di setiap stasiun berhenti sekitar sejam dan bahkan hingga 2 jam. Alhasil di waleri jg bejejer lagi dengan matarmaja reguler yaitu sekitar pukul 5.00 pagi, matarmaja reguler berangkat duluan dan kereta saya masih tetap parkir. lalu masuk kereta dari barat yaitu dengan KA Harina (Bandung – Sby Pasar turi PP). Karena harina kereta eksekutif dan bisnis maka Harina berangkat duluan lalu matarmaja tambahan masih parkir lg dan masuk lagi kereta dari jakarta berjejer dengan Senja semarang yg padahal berangkat dari pasar senen pukul 23.00 terkena telat jg. Parkir lama hingga sekitar pukul 08.00 pagi, akhirnya kereta saya berangkat duluan drpd senja semarang menuju ke stasiun kalibodri dan parkir lama lagi, dan berangkat lagi sekitar pukul 09.30. Masuk deh stasiun kaliwungu dan ketemu lagi deh sm KA Harina. Terlihat dalam jam hape saya sudah menunjukkan pukul 10.00an, sampai berapa lama kereta ini terlambat dan sampai jam berapa finish di stasiun akhir. Semeleh deh..

Bersambung ke post berikutnya …. Berganti Alternatif Lain

Jakarta, 11 Februari 2014
DNF

Rekoso menyang Balikpapan

February 7, 2014 Leave a comment

Minggu siang menjelang sore tertanggal 02 Februari 2014, saya pun harus berangkat menuju ibukota lagi, sejatinya ke jakarta hanyalah transit, tujuan sebenarnya adalah ke Balikpapan, setelah libur 3 hari berada di Rumah orang tua di Ringinanom Kademangan. 3 hari aku jalani untuk Tasyakuran Aqiqah anakku yang Kedua yang terlahir pada tanggal 25 Januari 2014 dengan berat 3,65kg dan panjang 53cm dan kami beri nama “Baariq Nizar Al Faqih” dengan arti Cahaya suci (yg bersinar) anak laki-laki yang sedikit bicara banyak memberi dan bijaksana. Aamiin

Jam dinding menunjukkan pukul 14.00, dan akupun bergegas untuk berpamitan, bermotor menuju srengat. Dikarenakan tiket kereta tertera dari Kediri-PasarSenen dengan pukul 17.04 yaitu kereta Majapahit. Yang perkiraannya, saya naik bus kawan kita dari srengat sekitar pukul 15.00, Alhamdulillah perjalanan motor saya lancar dan beberes apa aja yang perlu saya bawa untuk keperluan ke ibukota dan sekaligus ke Balikpapan dengan jadwal pesawat pukul 10.50. jika diperkirakan kereta yang saya naiki lancar, maka pukul 5.30 pagi keesokannya sdh masuk Jakarta. Aamiin
Dan pada pukul 16.50 pun saya sdh sampai di Stasiun Kediri untuk menunggu Kereta Majapahit di Jalur Satu. Ketika itu tempat duduk saya berada di Gerbong 2 Seat 18C.

Baca lebih Lanjut->

Merintis untuk maju

January 23, 2014 2 comments

Minggu pun datang, kala ku sedang silaturahmi ke rumah orangtua. Berpamitan untuk pulang ke srengat dengan keluargaku dan saya sekaligus berangkat ke jakarta. Sdh biasa ketika saya plg kampung dan kembali kejakarta untuk kulakan sambel pecel (bumbu pecel), aku beli 8kg karena ada permintaan. Perkilogram sambel pecel terdiri dari 5 bungkus dengan ukuran 200gram.

8kg pun masuk tas rangselku, beratnya tak seperti biasanya sperti bawa rumah dalam punggung bak keong yg jalan tergopoh-gopoh. Bumbu pecel itu dengan nama “ASLI”, yang merupakan perusahaan kecil yg dikemas dan dimasak dengan modern, penggorengan memakai Oven dan dikemas dengan rapi. Ada beberapa level pedas pada bumbu pecel “ASLI” ini yaitu tidak pedas, sedang dan Pedas. Permintaan yg sering adalah level sedang dan pedas. Baca lebih Lanjut->