Home > Perjalanan > Madiun ketemu, Kertosono mak jebus nang Mburiku

Madiun ketemu, Kertosono mak jebus nang Mburiku

Bismillah, Sambungan dari Mencoba Alternatif Lain, Semarang – Solo

Telah lebih dari satu jam kami ber3 diatas kereta Pasundan, dan akhirnya akan masuk stasiun madiun. Mendapat kabar dari temen ponorogo yg turun madiun, bahwa matarmaja reguler sedang terjadi kerusakan lokomotif sehingga perlu penggantian lokomotif. Dan benar ternyata informasinya setelah pasundan masuk jalur 1 Stasiun madiun, berjejer lah dengan matarmaja reguler di jalur 2. Hmmm zonk deh😀

Dan kami ber3 pun memutuskan untuk pindah ke KA matarmaja reguler, kemudian KA pasundan berangkat duluan, setelah 5 menitan diberangkatkanlah matarmaja reguler dari jalur 2 stasiun madiun. Dan kita mendapatkan snack keterlambatan yg ke2 kalinya. Yg pertama ketika berada di lintas pekalongan-semarang di matarmaja tambahan.

Bercanda kesana kemari, kenapa kok gak melompat aja sejak bejejer di ujungnegoro ataupun di waleri semalam. Haha, yaaa perjalanan ini siapa yg tau. Dan dari awal kita ingin konsisten, kalo naik matarmaja tambahan ya naik matarmaja tambahan sampai tujuan. Karena faktor kesabaran kami ber3 sudah di ubun2, yaaa akhirnya kita naik deh matarmaja reguler di madiun. Setidaknya sdh hampir dekat dengan rumah🙂

Jug jig jag jig jug kita masih dikereta 24 jam😀 (“jadi nyanyian konyol deh,haha”) , matahari pun mulai tenggelam lagi. Sampai di caruban bertemu dengan KA malabar tujuan bandung, dan kemudian berhenti normal di Nganjuk sekitar pukul 18.00 pas azan magrib wilayah nganjuk dan sekitarnya, Disini menunggu di susul oleh KA Argo Wilis (“maklumlah kereta ekonomi, tambah ngaret”).

Kereta pun berangkat lagi, dan berhenti lagi deh di stasiun kertosono yg masuk di jalur 4. Padahal perjalanan normal seharusnya langsung di stasiun kertosono, akhirnya terjawab “ternyata akan isi BBM” untuk genset. Takutnya kehabisan solar mati deh semua lampu dan AC nya.😀 , ketika di kertosono masuk di jalur 1 KA mutiara selatan tujuan bandung, Gajayan tujuan Gambir (“dalam hatiku, gajayana aja sdh sampe malang dan istirahat lama dan kembali lg ke jakarta, nah ini kereta saya sampe malang aja blm”😀 ), setelah isi BBM beres kereta matarmaja reguler pun siap berangkat lg.

Akan tetapi apa yg terjadi, ada informasi bahwa matarmaja tambahan masuk di jalur 3. What……., hahaha, kita ber3 ketawa. (“Direwangi numpak bis, numpak taksi, nyambung pasundan lhaa kok mak jebus ketemu karo kowe maneh tooo matarmaja tambahan..”) haha. Ya nasib sdh, inilah pengalaman yg konyol. Akan tetapi akhirnya kami ber3 tetap di matarmaja reguler krn berangkat duluan dari stasiun kertosono, dan si matarmaja tambahan mungkin gantian ngisi BBM dl.

Dan sampailah di tujuan akhir saya yaitu stasiun Kota Blitar, sekitar pukul 21.00 dibarengi hujan yg sangat deras. Akupun turun bergegas dari stasiun blitar menerjang hujan dengan ojek menuju RS Mardi Waluyo, untuk ketemu keluargaku. dapat dipastikan perjalananku Jakata-Blitar adalah sekitar 28 Jam. hhmm mak nyuss tenan too. Rasa capek hilang dengan bertemu sang buah hati yg baru lahir tadi jam 16.10 an, tertanggal 25 Januari 2014. Subahnalloh wal hamdulillah

Smg menjadi Anak yg Sholeh. aamiin

Smg menjadi Anak yg Sholeh. aamiin

Kadang suatu keputusan dalam hidup tidaklah sia-sia, semua ada nilai dan hikmah. Tak perlu menyesali tetapi ambil hikmah dari sebalik semuanya itu. Alloh maha tahu, yang diberikan kepada hambanya adalah yang terbaik.

Ditulis di Jakarta, 03 Maret 2014
DNF

  1. No comments yet.
  1. March 3, 2014 at 5:27 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: