Beralih moda motor bebek menuju Stasiun

Bismillah,

Tertanggal 5 agustus 2014 aku berangkat lagi seperti rutinitas berangkat kerja yang dialami oleh orang-orang pada umumnya. Rencana kereta yang akan saya naiki adalah kereta api Majapahit relasi Malang-Pasar Senen, dari kediri berangkat pukul 15.29 WIB. Saya berangkat dari rumah dengan mengendarai motor bebek astrea grand, dengan kecepatan maksimal hanya sampai maksimal 60 km/jam saja. Karena kalo saya tancap gas kenceng biasanya mblebek dan bisa mengakibatkan kematian pada mesin motor. “duh.! “😀

Bebek Astrea Grand

Bebek Astrea Grand

Sebelum beralih menggunakan motor, awalnya saya berangkat menggunakan bus menuju kediri. Dengan bus kawan kita Srengat-Kediri. Waktu tempuh bisa 1 jam 30 menit turun alun-alun kediri dan ditambah jalan kaki alun-alun ke stasiun 20 menit. Tetapi ketika saya naik motor, maka waktu tempuh saya adalah 45 menit. Alhamdulillah lumayan bs potong waktu tempuh🙂 , Jika naik motor saya berangkat dari rumah pukul 14.30 dan jika naik bus maka berangkat pukul 13.30. hmmm

Rute Motor Bebek "Srengat-Kediri"

Rute Motor Bebek “Srengat-Kediri”

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 dan aku pun berpamitan dengan keluarga, bismillah berangkat. Selama perjalanan naik motor, suasana sedang cerah sekali dengan kondisi kendaraan sedikit ramai. Sesuai perkiraan maka sampailah saya di stasiun pada pukul 15.15an, kemudian motor grand saya titipkan di penitipan rumahan deket stasiun dengan ongkos perhari adalah 2rb, jika di depan stasiun yang dikelola oleh RESKA perharinya adalah 3rb. Jadi jika saya berangkat minggu naik kereta dan sabtu pagi ngambil motor maka terhitung 7hari nitip motor. Maka jatuhnya ongkos adalah 14rb.🙂

Dan saya pun bergegas masuk peron stasiun, dan telah di umumkan akan masuk jalur satu kereta api Majapahit tujuan Pasar Senen lewat Semarang. Sebelum kereta datang, saya pun bergegas untuk melaksanakan kewajiban sholat asar. Majapahit bersilang dengan kereta rapih dhoho, dan Majapahit diberangkat dari Stasiun Kediri pukul 15.34. perjalanan pun lancar berhenti di stasiun Nganjuk, caruban lalu Babadan bersilang dengan KA Pasundan. Dan masuk Stasiun Madiun pukul 17.25, kemudian pukul 17.30 diberangkatkan lg.

Berhenti di Stasiun Geneng bersilang dengan KA Mantab lebaran, dan Berhenti di Stasiun Paron Bersilang dengan KA Argo Wilis, lalu di Stasiun kedunggalar bersilang dengan KA Sancaka. Di stasiun walikukun berhenti normal. Kemudian berhenti di Solo Jebres pukul 19.30 di jalur 1, dan berada di jalur 3 KA Matarmaja Lebaran. Kemudian matarmaja lebaran diberangkatkan dahulu. Setelah matarmaja lebarang berangkat, lalu masuk di jalur 2 KA Sancaka tujuan Jogja, dan menunggu masuk di jalur 3 KA Pasundan Lebaran. Setelah KA Pasundan lebaran masuk, diberangkatkan lagi KA Sancaka tujuan Jogja. Dan ternyata KA Majapahit masih nunggu disusul oleh KA Gajayana tujuan Gambir. Setelah disusul Gajayana, lalu Pasundan lebaran melanjutkan perjalanan lg. Dan Barulah KA Majapahit diberangkatkan lagi sekitar pukul 20.10.

Dan kemudian saya mencari posisi dlosor di lantai dengan beralasakan koran, dengan nyenyak karena kecapekan tak terasa sdh pukul 04.30 sdh mau melintas Bekasi. Alhasil Majapahit masuk jatinegara pukul 05.02. terlambat 2 jam dari jadwal yang tertera🙂

Begitulah sedikit cerita perjalanan menuju Jakarta, dengan rombongan arus Balik setelah lebaran.

Sekian.

Ditulis di Jakarta, 06 Agustus 2014

Nglaju with KA Jaka Tingkir

Bismillah

Pagi itu tertanggal 25 april 2014, tidak seperti biasanya. Berangkat kerja dengan kemacetan luar biasa dikarenakan terjadi kebakaran pada Pasar Senen Blok III. Terlihat huru hara kepanikan tim pemadam kebakaran, awak media yg sedang meliput, pak polisi yg mengatur lalu lalang kendaraan. Kesedihan pasti jg terjadi pada pemilih toko-toko yg ada di pasar senen blok III. Banyak akses jalan yg ditutup dan pengalihan arus, saya berharap smg nanti sore kemacetan sdh tdk ada lagi.

Tiket Jaka Tingkir 95rb

Tiket Jaka Tingkir 95rb

Jam pulang kantor pun sudah dekat, akupun antri dan optimis bahwa aku bisa mengejar jadwal kereta Jaka tingkir pukul 17.10 dengan naik ojek. Hanya ada waktu 10 menit untuk berlari dan ojek menuju stasiun Pasar Senen. tepat pukul 17.00 aku absen dan langsung berlari menuju jalan raya, dan yg terjadi adalah ojek yang saya perkirakan ada tyt kosong tak ada ojek satupun yang mangkal. Tanpa pikir panjang akupun mencoba berlari menuju stasiun pasar senen langsung. Kemacetan yg luar biasa msh terjadi, karena kebakaran pasar senen masih blm padam jg.

Aku pun berlari dan terus berlari, dengan tas rangselku yg sedikit penuh, ku tak hiraukan orang lain mengira apa😀. Biasa jalan kaki normal dr kantor ke pasar senen waktu tempuh 15 menitan. Dalam hatipun berkata “kalopun memang rezeqi pulang, In Shaa Alloh tidak akan ketinggalan kereta Jaka tingkir”. Ketika berlarian sdh sampe jalan gunung sahari 1 sambil melihat jam sdh pukul 17.06, ada Bajai dan akupun langsung naik menuju stasiun. Tetapi apa yg terjadi setelah berbelok ke kanan, Jalanan pun ditutup, dan akhirnya Bajai saya kasih 5rb dan saya berlari lagi. Ketika itu seperti ada yg jatuh dalam tas saya, tp saya tdk mengira bahwa bekal roti sm air minum teh terjatuh, tetapi saya tetap lari dan terus berlari.

Rute Berlarian

Rute Berlarian

Alhamdulillah akhirnya sampailah di stasiun senen sekitar pukul 17.12 dan kereta jaka tingkir masih parkir di jalur 3. Akupun bergegas chek-in dan berlarian naik kereta. Kaki saya seperti mau semplah.. kaki saya sperti mau kram.. keringat bercucuran. Hmmm, kemudian kereta jaka tingkir akhirnya diberangkatkan pukul 17.20an, sebagaimana diketahui jaka tingkir stasiun terakhir adalah Purwosari Solo. pada waktu di kereta waktu itu ketemu dengan mas rojul dan mas prabu, mas rojul tujuan jombang, mas prabu tujuan ngawi dan terjauh saya yaitu tujuan srengat blitar.

Kereta berjalan lancar dan sampai di stasiun Purwosari sekitar pukul 04.13, disusul Mutiara selatan dan Gajayana di Klaten, disusul Argo lawu di purwosari. Kemudian jaka tingkir langsir ke solobalapan sekitar pukul 04.40, di solobalapan 04.45 kemudian kami ber3 berjamaah subuh dan sekitar 04.55 kami menunggu bus sember kencono/sugeng rahayu di seberang stasiun.

Alhamdulillah tepat pukul 05.00 kami dapat bus Sugeng Rahayu relasi Semarang-Solo-Surabaya, info mas prabu relasi ini lebih cepat dari sugeng rahayu jogja-solo-surabaya, karena bus semarangan ini dari ngawi langsung lurus menuju caruban tanpa ke madiun dulu, jd bs memotong waktu tempuh. Tujuan saya adalah nganjuk dengan ongkos 23rb, yg rencana sambung bus kawan kita nganjuk-kediri lalu kediri-srengat. Bus pun melaju dengan kencang dan ngebut, tahu sendirilah bus sumber ini kan penguasa jalanan. Ketika itu sampai di nganjuk pukul 08.11 jd sekitar 3 jam saja solo-nganjuk.

Karcis Sugeng Rahayu

Karcis Sugeng Rahayu

Sesampai di Nganjuk akupun bergegas turun dan ganti bus dengan Kawan kita menuju Kediri, ongkos Nganjuk-Kediri adalah 8rb, perjalanan diperkirakan 1 jam-an, dan sampailah di kediri sekitar pukul 09.23an, kemudian aku turun dan nyari bis jurusan blitar.  Sebenarnya bisa saja tetap naik bus itu untuk menuju blitar, tp kadang ngetem lama di terminal kediri. Jd memang sengaja turun diluar terminal kediri dan lanjut ke blitar dengan bus kawan kita yg sdh siap jalan langsung menuju blitar.

Dapat bus pukul 09.27 an, dan langsung tancap gas deh. Ongkos kediri-srengat normal adalah 9rb. Tp kadang ada kondektur yg nakal dikasi 10rb ya gak dikembalikan😀. Perjalanan lancar dan badan sdh terasa capeknya nih, perjalanan ditempuh sekitar 1jam-1,15jam. dan Sampailah dirumah sekitar pukul 10.30an. Perjalanan panjang sambung menyambung moda transportasi darat. Bertemu keluarga dan berkumpul lg.

Meskipun terbatas oleh jarak dan waktu, aku begitu menyukuri kesederhanaan ini. Cintaku kepada keluargaku akan ada selalu dalam hatiku, sebagai penyejuk hati, sebagai pembawa kedamaian dalam menjalani hidup ini.

Ditulis di Jakarta, 07 Mei 2014
DNF

Madiun ketemu, Kertosono mak jebus nang Mburiku

March 3, 2014 1 comment

Bismillah, Sambungan dari Mencoba Alternatif Lain, Semarang – Solo

Telah lebih dari satu jam kami ber3 diatas kereta Pasundan, dan akhirnya akan masuk stasiun madiun. Mendapat kabar dari temen ponorogo yg turun madiun, bahwa matarmaja reguler sedang terjadi kerusakan lokomotif sehingga perlu penggantian lokomotif. Dan benar ternyata informasinya setelah pasundan masuk jalur 1 Stasiun madiun, berjejer lah dengan matarmaja reguler di jalur 2. Hmmm zonk deh😀

Dan kami ber3 pun memutuskan untuk pindah ke KA matarmaja reguler, kemudian KA pasundan berangkat duluan, setelah 5 menitan diberangkatkanlah matarmaja reguler dari jalur 2 stasiun madiun. Dan kita mendapatkan snack keterlambatan yg ke2 kalinya. Yg pertama ketika berada di lintas pekalongan-semarang di matarmaja tambahan.

Bercanda kesana kemari, kenapa kok gak melompat aja sejak bejejer di ujungnegoro ataupun di waleri semalam. Haha, yaaa perjalanan ini siapa yg tau. Dan dari awal kita ingin konsisten, kalo naik matarmaja tambahan ya naik matarmaja tambahan sampai tujuan. Karena faktor kesabaran kami ber3 sudah di ubun2, yaaa akhirnya kita naik deh matarmaja reguler di madiun. Setidaknya sdh hampir dekat dengan rumah🙂

Jug jig jag jig jug kita masih dikereta 24 jam😀 (“jadi nyanyian konyol deh,haha”) , matahari pun mulai tenggelam lagi. Sampai di caruban bertemu dengan KA malabar tujuan bandung, dan kemudian berhenti normal di Nganjuk sekitar pukul 18.00 pas azan magrib wilayah nganjuk dan sekitarnya, Disini menunggu di susul oleh KA Argo Wilis (“maklumlah kereta ekonomi, tambah ngaret”).

Kereta pun berangkat lagi, dan berhenti lagi deh di stasiun kertosono yg masuk di jalur 4. Padahal perjalanan normal seharusnya langsung di stasiun kertosono, akhirnya terjawab “ternyata akan isi BBM” untuk genset. Takutnya kehabisan solar mati deh semua lampu dan AC nya.😀 , ketika di kertosono masuk di jalur 1 KA mutiara selatan tujuan bandung, Gajayan tujuan Gambir (“dalam hatiku, gajayana aja sdh sampe malang dan istirahat lama dan kembali lg ke jakarta, nah ini kereta saya sampe malang aja blm”😀 ), setelah isi BBM beres kereta matarmaja reguler pun siap berangkat lg.

Akan tetapi apa yg terjadi, ada informasi bahwa matarmaja tambahan masuk di jalur 3. What……., hahaha, kita ber3 ketawa. (“Direwangi numpak bis, numpak taksi, nyambung pasundan lhaa kok mak jebus ketemu karo kowe maneh tooo matarmaja tambahan..”) haha. Ya nasib sdh, inilah pengalaman yg konyol. Akan tetapi akhirnya kami ber3 tetap di matarmaja reguler krn berangkat duluan dari stasiun kertosono, dan si matarmaja tambahan mungkin gantian ngisi BBM dl.

Dan sampailah di tujuan akhir saya yaitu stasiun Kota Blitar, sekitar pukul 21.00 dibarengi hujan yg sangat deras. Akupun turun bergegas dari stasiun blitar menerjang hujan dengan ojek menuju RS Mardi Waluyo, untuk ketemu keluargaku. dapat dipastikan perjalananku Jakata-Blitar adalah sekitar 28 Jam. hhmm mak nyuss tenan too. Rasa capek hilang dengan bertemu sang buah hati yg baru lahir tadi jam 16.10 an, tertanggal 25 Januari 2014. Subahnalloh wal hamdulillah

Smg menjadi Anak yg Sholeh. aamiin

Smg menjadi Anak yg Sholeh. aamiin

Kadang suatu keputusan dalam hidup tidaklah sia-sia, semua ada nilai dan hikmah. Tak perlu menyesali tetapi ambil hikmah dari sebalik semuanya itu. Alloh maha tahu, yang diberikan kepada hambanya adalah yang terbaik.

Ditulis di Jakarta, 03 Maret 2014
DNF

Mencoba Alternatif Lain, Semarang – Solo

February 24, 2014 2 comments

Bismillah, Lanjutan dari Banjir Semarang

Matahari pun sudah mulai terik, ketika waktu sdh menunjukkan sekitar pukul 10.30an dan sudah masuk tanggal 25 Januari 2014. Kegalauan menjadi-jadi ketika kita tanya langsung ke Kepala Stasiun Kaliwungu dan tidak bs memberi jawaban yg memuaskan. “kenapa harus ada susul-susulan kereta kalu sudah terlambat parah begini?”. Sebagian penumpang yg tujuan akhir semarang pun putus asa, dan memilih berpindah dengan naik bis, padahal hanya krg dari beberapa km saja tapi tak tau kapan sampainya. Hmmm Kami ber3 pun ikut2an galau, dan akhirnya ketambahan ibuk dan bapak tujuan madiun, akhirnya ber5 memutuskan untuk sambung menyambung naik bus menuju Solo.

Keputusan bulat yg terlambat sebenarnya, tp apalah daya lebih ada kepastian daripada menunggu kereta yg tak kunjung bergerak kedepan😦 . Kami ber5 turun dr stasiun Kaliwungu dan jalan kaki dekat tuk nyari angkutan bis menuju terminal mangkang, dan dapatlah bus kecil. Sesampai di terminal mangkang dikasi tahu kenek bus bahwa ada parkir bus patas jurusan solo, Alhamdulillah akhirny kami ber5 naik tuh bus, namanya saya lupa, kalau gak salah “ISMO”. Tarif semarang-solo adalah 25rb. Berangkat sekitar 11.30 dari mangkang, berharap kami bs lebih cepat drpd menunggu kereta tadi yg blm jelas berangkatnya.

Perjalanan Bus agak kurang greget, patas tetapi menaikkan penumpang dimanapun, jadi terasa bkn bus patas lagi😦 . Yasudahlah, ini perjalananku tak usah menggerutu, dan jalani dengan senyum dan keikhlasan. Dan sekitar jam 14.15 lebih, bus mulai masuk Solo, dan mendapat kabar dr whatsapp temen bahwa matarmaja reguler sdh lepas gundih dan menuju solo, wah gpp lah Ini merupakan keputusan telat pindah alternatif lain. Kami ber3 memutuskan untuk ke stasiun solojebress, dan bapak ibuk tujuan madiun memtuskan lanjut bus dan berharap kami ber3 bs naik matarmaja reguler di jebres, kemudian Naik taksi omprengan menuju stasiun jebress, dan sesampai jebress matarmaja sdh berangkat lagi menuju madiun, gak ketulungan deh😦 .

Kena narsis poto mas SB

Kena narsis poto mas SB, di depan Stasiun SoloJebres

Krn ada info dr stasiun akan masuk jalur 1 KA Pasundan, maka kami ber3 beli lagi deh tiket dengan harga 55rb menuju nganjuk, yg rencana sambung bus menuju Tulungagung dan Blitar dengan Kawan Kita. KA Pasundan pun msk jebres dan berangkat lg sekitar pukul 15.25, kami berharap kalau memang rezeqi ya matarmaja reguler menunggu kita ber3 di madiun🙂 .aamiin

Ada kabar tak terduga ketika perjalanan dengan KA Pasundan Solo-Nganjuk.

saya mendapat kabar dari keluarga bahwa istri saya sudah lahiran dengan normal sekitar pukul 16.10, Alhamdulillah ya Alloh.. begitu perjuangan saya menuju rumah Blitar ini. Dan tak cukup waktu untuk bisa mendampingi istri dalam proses lahiran, padahal kabar pas lagi di stasiun Kaliwungu masih buka-an 3. #Subhanalloh. padahal perkiraanku msh nanti malam dan aku msh sempat menemani

tak lepas dari itu akupun sedikit meneteskan air mata,sedih tak bs menemani dan terharu istriku berjuang melahirkan normal #Subhanalloh. Dan perjalanannya saya sudah hampir 24 menuju pukul 17.00🙂

Bersambung ke post berikutnya.. Mak Jebus Nang Mburiku Matarmaja Tambahan

Jakarta, 24 Februari 2014
DNF

Banjir semarang, Kereta Pantura pun tumbang

February 11, 2014 1 comment

Bismillah..

Sejak kamis telah ada desas desus bahwa semarang terjadir banjir hujan deras dan Rob(banjir laut), mendapat info dari @KAI121 kereta jalur utara pun pada telat. Telat diatas rata2 yg gak karuan. Dan pada hari jumat pun datang ketika itu tanggal 24 Januari 2014, akupun sudah siap pulang dengan tiket Matarmaja tambahan berangkat dari Pasar senen pukul 17.12 yg tertetara di tiket.

Jumat sore itu aku pun pulang kantor tepat pukul 17.00 dengan naik ojek menuju stasiun pasar senen, krn kereta akan berangkat pukul 17.12, aku pukul 17.06 sdh sampailah di stasiun pasar senen. alhasil ada informasi kereta matarmaja tambahan masih di Semarang, “wuadduuhhhhh” mbambongg wessss. Dan akupun duduk manis bersama kedua orang temen yg senasib menuju Blitar dan Tulungagung inisial SB dan SH. Kemudian ada pengumuman sekitar 17.30 yg akan tersedia di jalur 1 adalah kereta api matarmaja reguler, yg padahal jadwal aslinya adalah berangkat 13.40. dan matarmaja reguler baru berangkat pukul 18.00. hmm gimana nasib saiyaaa😦

Alhamdulillah akhirnya ada kabar bagus, bahwa matarmaja tambahan akan masuk dijalur 1 tujuan akhir malang, dan ternyata dengan rangkaian kereta pengganti, dan feelingku benar, Kode gerbong pada keretanya adalah SMC yg tak lain adalah milik kereta Tawang Jaya (Pasar Senen – Semarang Poncol PP). Terparkir di jalur 1 deh, kami bertiga pun beranjak naik, waktu itu saya di gerbong 5 dan 2 temen saya di gerbong belakang. Tak lama parkir kereta pun berangkat sekitar pukul 18.20. perjalanan pun lancar, dan sampai dicirebon bertemu dengan kereta matarmaja tambahan yg sebenarnya kereta itu adalah akan saya tumpangi,  matarmaja tambahan malang – pasar senen jadwal sampai di pasar senen pukul 12.00 tp blm nyampe jakarta, dan msh dicirebon pukul 21.00an, tinggal nambah 3 jam lg menuju jakarta. Wew😀

Three mas Kenthir, Korban banjir semarang

“Three mas Kenthir” Korban banjir semarang

Berhenti lama cirebon isi BBM dl, kemudian di cirebon prujakan jg begitu berhenti lamaa… dan aku pun tertidur dan bangun2 sampai di pekalongan sekitar pukul 01.00 dinihari, fuh. Disusul sembrani, disusul argo anggrek hmmm manteb dahhh. Nah setelah pekalongan kereta banyak berhenti karena stasiun depan hingga semarang terjadi penumpukan banyak kereta😦, dan di ujung negoro berjejer berdampingan dengan matarmaja reguler sama2 ke malangnya, yg tadi berangkat dr senen cm selang 30 menitan saja. dan akupun bertemu mas SH yg bilang kalo mas SB bersama dia di satu gerbong, yg ternyata sebenarnya tiket dia di gerbong 8, kenyataannya gerbong hanya sampai 7 saja. wah wah parah parah😀 . luntang lantung gabung di gerbong 6 deh katanya😀 .

Matarmaja Tambahan berjejer dengan KA Harina

Matarmaja Tambahan berjejer dengan KA Harina

Di setiap stasiun berhenti sekitar sejam dan bahkan hingga 2 jam. Alhasil di waleri jg bejejer lagi dengan matarmaja reguler yaitu sekitar pukul 5.00 pagi, matarmaja reguler berangkat duluan dan kereta saya masih tetap parkir. lalu masuk kereta dari barat yaitu dengan KA Harina (Bandung – Sby Pasar turi PP). Karena harina kereta eksekutif dan bisnis maka Harina berangkat duluan lalu matarmaja tambahan masih parkir lg dan masuk lagi kereta dari jakarta berjejer dengan Senja semarang yg padahal berangkat dari pasar senen pukul 23.00 terkena telat jg. Parkir lama hingga sekitar pukul 08.00 pagi, akhirnya kereta saya berangkat duluan drpd senja semarang menuju ke stasiun kalibodri dan parkir lama lagi, dan berangkat lagi sekitar pukul 09.30. Masuk deh stasiun kaliwungu dan ketemu lagi deh sm KA Harina. Terlihat dalam jam hape saya sudah menunjukkan pukul 10.00an, sampai berapa lama kereta ini terlambat dan sampai jam berapa finish di stasiun akhir. Semeleh deh..

Bersambung ke post berikutnya …. Berganti Alternatif Lain

Jakarta, 11 Februari 2014
DNF